Categories
Berita

Tidak Boleh Sembarangan Dikonsumsi, Dokter Ahli Paru: Dexamethasone untuk Pasien Covid-19 Kritis

TRIBUNNEWS. COM kepala Saat wabah virus corona atau covid-19 masih belum ada vaksinnya, ada kabar gembira dari Inggris tentang obat virus mematikan tersebut. Dexamethasone diyakini mampu melumpuhkan covid-19. Benarkah?

TRIBUNNEWS. COM porakporanda Saat wabah virus corona ataupun covid-19 masih belum ada vaksinnya, ada kabar gembira dari Inggris tentang obat virus mematikan itu.

Dexamethasone diyakini berpunya melumpuhkan covid-19. Benarkah?

Tercatat 5. 000 pasien pasti virus corona (Covid-19) sembuh pada negeri itu dan kabarnya kesembuhan mereka berkat penggunaan obat Dexamethasone.

Itulah kenapa obat Dexamethasone belakangan ini jadi mengindahkan dunia sekaligus angin segar berbentuk kabar gembira.

Pokok, hingga kini belum ada utama pun lembaga yang mengklaim sudah menemukan vaksin atau obat menyalahi virus corona.

Menimpa keberhasilan itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) angkat bicara terkait Dexamethasone.

“Ini adalah pengobatan pertama yang ditunjukkan untuk mengurangi angka kematian pada pasien dengan Covid-19 yang membutuhkan dukungan oksigen atau ventilator, ” ujar Eksekutif Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus seperti dikutip dari Who. int.

Baca: Fakta-fakta Obat Dexamethasone, Diklaim Mampu Tingkatkan Peluang Bertahan Hidup Pasien Covid-19

Menyuarakan: Pasha Ungu Terpisah 3 Bulan dengan Keluarga karena Covid-19, Tidak Boleh Peluk Istri Saat Bersemuka


Seorang apoteker memegang sekotak tablet Dexamethasone di sebuah toko kimia di London pada 16 Juni 2020 (JUSTIN TALLIS / AFP)

Menyikapi obat Dexamethasone yang viral di bermacam-macam media pemberitaan, ternyata obat tersebut juga sudah dipakai di Indonesia kepada pasien positif corona.

Dokter spesialis paru, dr. Erlang Samoedro, Sp. P. membenarkan obat ini memang efektif buat pasien-pasien kritis pasien virus corona.

“Obat ini sudah dipakai kok di Indonesia, akan tetapi untuk pasien-pasien kritis. Sementara buat Klorokuin digunakan untuk pasien kecil sampai sedang, ” ujarnya zaman dihubungi KompasTV, Kamis (18/6/2020).