Categories
Berita

Pastikan Kesiapan Salur Bansos PPKM Darurat, Mensos Perkuat Penyelarasan Lintas Instansi

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Menteri Sosial Tri Rismaharini menyelenggarakan langsung proses pemutakhiran Masukan Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dilakukan secara tetap. Pemutakhiran data merupakan cara yang bersifat terus-menerus & dinamis karena ada masyarakat yang berpindah alamat, wafat, atau mungkin tingkat kesejahteraannya berubah.

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Gajah Sosial Tri Rismaharini memimpin langsung proses pemutakhiran Masukan Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dilakukan secara tetap. Pemutakhiran data merupakan cara yang bersifat terus-menerus dan dinamis karena ada awak yang berpindah alamat, wafat, atau mungkin tingkat kesejahteraannya berubah.

Risma memastikan akan terus menguatkan validitas dan akurasi petunjuk kemiskinan, sehingga akan semakin meningkatkan ketepatan sasaran di penyaluran bantuan.

Dalam proses pemutakhiran bahan, Mensos memimpin langsung rapat-rapat koordinasi yang melibatkan bervariasi pihak, seperti Polri, Tip Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan, Bank Indonesia, Otoritas Uluran tangan Keuangan (OJK), Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara), dan sebagainya.

Dengan rapat koordinasi lintas instansi, mengesahkan proses pemutahiran data berlaku dengan transparan dan partisipatif. Selain itu, penguatan ketepatan data juga dilakukan secara dukungan teknologi digital, sehingga selain lebih akurat selalu diharapkan semakin cepat.

“Dengan (dukungan perangkat) elektronik ke depannya mampu lebih cepat lagi. Tinggal diklik saja, ” sekapur Bu Mensos di Jakarta, Rabu (7/7/2021). Selain lebih cepat dan akurat, penerapan perangkat digital juga buat meningkatkan pengawasan penggunaan taksiran.

“Dengan tumpuan elektronik bisa memonitor denah dan perilaku seseorang. Makanya, upaya pengawasan pun dilakukan secara elektronik, ” katanya.

Dengan berbagai kebijakan tersebut, Mensos menetapkan kesiapan Kemensos dalam menjunjung kebijakan pemerintah mengantisipasi pemberlakukan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kesibukan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kemensos bersama sejumlah instansi lain, berada di klaster perlindungan sosial secara menyediakan bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat terdampak. Mensos memastikan, data penerima bansos sudah siap sejak pasar lalu.

Buat meningkatkan daya beli klub selama PPKM Darurat, tersedia tiga jenis bansos, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/Kartu Sembako dan Tumpuan Sosial Tunai (BST).

Sejalan dengan titah Presiden Joko Widodo, buat PKH yang menjangkau 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pencairannya dimajukan di triwulan ketiga di kamar Juli. BPNT/Kartu Sembako sebab semula menjangkau 15, 93 juta KPM, ditingkatkan jangkauannya untuk 18, 8 juta KPM dengan indeks Rp200 ribu/KPM/bulan.

Lalu untuk BST yang menjangkau 10 juta KPM, disalurkan selama dua bulan yaitu Mei dan Juni serta dibayarkan sekaligus dua bulan pada Juli. Indeks BST sebesar Rp300 ribu/KPM/bulan. KPM BST adalah masyarakat terdampak pandemi yang sudah mendalam dalam DTKS, yang tidak menerima PKH dan BPNT/Kartu Sembako.

Negeri mengalokasikan Rp13, 96 triliun bagi 10 juta penerima KPM PKH; Rp 45, 12 triliun untuk 18, 8 juta penerima KPM BPNT/Kartu Sembako dan Rp6, 1 triliun bagi 10 juta penerima KPM BST.

Mengutip Kepmensos No. 161/HUK/2020 tentang Pengamalan Bantuan Sosial Tunai dalam Penanganan Dampak Pendemi Corona Virus Disease 2019 tahun 2021, data penerim BST merupakan usulan pemerintah wilayah kab/kota, dan dari sumber data lain (yakni daripada Ditjen Rehsos, kementerian/lembaga, institusi kesejahteraan sosial, organisasi asosiasi berbadan hukum).

PKH dan BPNT/Kartu Sembako merupakan bansos reguler pada rangka menurunkan angka kekurangan. Penyaluran bantuan PKH & BPNT/Kartu Sembako dilakukan secara non tunai melalui jaringan Himbara. Adapun BST ialah bansos khusus yang disalurkan melalui jaringan kantor PT Pos Indonesia.

Kebijakan terbaru Kemensos lainnya adalah menyalurkan bantuan padi kepada KPM PKH & BST sebesar 10 Kg/KPM. Penyaluran bantuan dilakukan meniti jaringan Perum Bulog yang tersebar di seluruh negeri. Dengan bantuan beras, diharapkan masyarakat miskin terdampak pandemi tercukupi kebutuhan pokoknya.

Kemensos juga sudah menyalurkan berbagai bantuan lain, termasuk telur matang untuk memenuhi kebutuhaan nutrisi umum, tenaga kesehatan dan relawan, sehingga mereka diharapkan dapat meningkatkan daya tahan tubuhnya. (*)