Categories
Berita

Kemenag Targetkan Buku Pelajaran Keyakinan Hindu Terdistribusi di Depan Tahun Ajaran 2022

Laporan wartawan Tribunnews. com, Fahdi Fahlevi TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) menargetkan Buku Teks Pelajaran Agama Hindu sanggup terdistribusi di awal tarikh ajaran 2022. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Hindu Kemenag Tri Handoko Seto mendorong percepatan review buku tersebut.

Laporan wartawan Tribunnews. com, Fahdi Fahlevi 

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA porakporanda Kementerian Pegangan (Kemenag) menargetkan Buku Teks Pelajaran Agama Hindu mampu terdistribusi di awal tarikh ajaran 2022.  

Direktur Jenderal Petunjuk Masyarakat (Dirjen Bimas) Hindu Kemenag Tri Handoko Seto mendorong percepatan review sendi tersebut.  

“Setelah di-launching oleh Kemendikbud, kita targetkan tahun anutan baru tahun 2022 secara bertahap buku-buku teks disiplin agama Hindu sudah bisa didistribusikan kepada tenaga guru dan peserta didik dalam seluruh sekolah atau Pasraman” ungkap Tri melalui bukti tertulis, Kamis (2/9/2021).  

Tri juga meminta dilakukannya penguatan ajaran-ajaran Hindu berbasis nilai-nilai kearifan budaya lokal, yang dinilainya masih belum cukup terpublikasi selama ini.  

Menyuarakan juga: Kemenag Gelontorkan Dana Rp35, 3 Miliar untuk Dana siwa Mahasiswa Hindu 

Membaca juga: Survei Kemenag: Masyarakat Bali Sangat Puas terhadap Servis Ditjen Bimas Hindu, Itu Faktanya!

“Buku-buku pelajaran agama Hindu seyogianya mencerminkan nilai-nilai kebajikan lokal Hindu di Nusantara, karena ada banyak nilai-nilai yang kita bisa bangkitkan dan ajarkan kepada tingkatan penerus Hindu” kata Tri.  

Ia juga meminta Tim Penulis dan Penelaah turut aktif mensosialisasikan hasil terbitan tampang teks pelajaran agama Hindu yang sudah lolos penelitian Balitbang Diklat Kemenag.    

Baca juga: Tradisi yang Dilakukan Umat Hindu untuk Rayakan Hari Raya Galungan, Ini Makna Hari Sundal Galungan

Menurutnya, Kemenag harus turut aktif memastikan para guru dan siswa mendapatkan wacana teks pelajaran agama Hindu.

“Apabila sedang diperlukan buku pengayaan pembantu, maka harus dipastikan wacana tersebut harus sudah lolos penilaian dari Kementerian Keyakinan, agar bisa meminimalisir adanya konten-konten yang tidak serasi dengan capaian pembelajaran yang sudah ditetapkan, ” prawacana Tri.

Sebelumnya, pada 2020, Ditjen Bimas Hindu telah membentuk Awak Penulis dan Penelaah Kunci Teks Pelajaran Agama Hindu.  

Tim tersebut kemudian bekerja sesuai dengan Pusat Kurikulum serta Perbukuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyusun sendi teks pelajaran agama Hindu.