Categories
Berita

Kapolda Kalsel: Tidak Ada Dingin Menawar bagi Pembakar Alas dan Lahan

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Apel Kesiapan Gabungan dalam buram Penanganan Penanggulangan Bencana Tempat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2021, Selasa (2/3/2021) pukul 08. 00 Wita.

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Apel Kesiapan Ikatan dalam rangka Penanganan Penanggulangan Bencana Alam Kebakaran Alas dan Lahan (Karhutla) Tarikh 2021, Selasa (2/3/2021) pukul 08. 00 Wita.

Apel Gabungan dengan berlangsung di Lapangan Apel Km. 21 Jalan A. Yani Kota Banjarbaru itu dihadiri oleh PJ. Gubernur Kalsel, Ketua DPRD Kalsel, Kapolda Kalsel, Danlanud Syamsuddin Noor, para Pejabat Pokok (PJU) Polda Kalsel, Kapolres Banjarbaru, Kapolres Banjar, Kapolres Tala dan Kapolres Batola.

Dalam pengoperasian Apel Gabungan tersebut, dikerjakan pemeriksaan pasukan dan sarpras Karhutla.

Dilanjutkan Penyerahan APD kepada cabang relawan oleh PJ. Gubernur Kalsel serta penyampaian Arahan dari PJ. Gubernur Kalsel.

Baca juga: Polda Kalsel Bersambung Pelaku Usaha Percepat Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi Covid-19

PJ. Gubernur Kalsel Safrizal ZA dalam sambutannya mengatakan meskipun saat ini suasana cuaca masih sering berlaku hujan, prediksi dari BMKG pada bulan Mei akan terjadi musim kemarau.

Untuk itu pada kurun waktu dua bulan ini yakni bulan Maret – April dilakukan kesiapan untuk menghadapi musim perut yang sering kali terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Kesiapan yang dilakukan meliputi kesiapan personel, peralatan, metode, & koordinasi, semua dilakukan tercatat membentuk relawan-relawan di Kampung yang langsung memonitoring alas lahan yang luas di wilayah Kalimantan Selatan.

apel karhutla
Daerah Kalimantan Selatan (Kalsel) menyelenggarakan Apel Kesiapan Gabungan dalam rangka Penanganan Penanggulangan Bencana Alam Kebakaran Hutan serta Lahan (Karhutla) Tahun 2021, Selasa (2/3/2021) pukul 08. 00 Wita.

Sebab, lanjut PJ. Gubernur Kalsel, menjaga hutan lahan di Kalsel tak hanya tugas aparat saja, diharapkan perlu adanya kontribusi publik juga.

Untuk itu waktu dua bulan ini harus mampu dimanfaatkan memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan baik untuk bercocok menanam atapun untuk keperluan lainnya, baik korporasi maupun perorangan.

“Bagi korporasi, apabila terbukti membakar alas dan lahan maka bakal diberikan sanksi, begitupun buat yang perorangan, bilamana ada yang memulai dan tertangkap, maka akan di metode hukum, ” tegasnya.