Categories
Berita

IHSG Berpeluang Menguat Hari Ini, Ditopang Rilis Data Manufaktur

Laporan Wartawan Tribunnews. com, Yanuar Riezqi Yovanda TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perniagaan hari ini secara teknikal berpeluang bergerak mencoba rebound atau berbalik arah bangkit di awal April secara support resistance 5. 967 hingga 6. 063.

Petunjuk Wartawan Tribunnews. com, Yanuar Riezqi Yovanda

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA awut-awutan Indeks Harga Bagian Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini secara teknikal berpeluang bergerak mencoba rebound atau berbalik arah bangkit di awal April dengan support resistance 5. 967 hingga 6. 063.

Kepala Riset PT Reliance Sekuritas Lanjar Perlawanan mengatakan, secara teknikal IHSG membentuk candlestick dengan shadow low yang cukup panjang.

“Memberikan indikasi whipsaw di level support lower bollinger bands dan support pivot fibonacci 61, 8 persen. Indikator stochastic terkonsolidasi pada area depan oversold dengan MACD dengan bergerak undervalue, ” ujar dia mengutip risetnya, Kamis (1/4/2021).

Lanjar menjelaskan, di awal April ini investor akan menyambut data indeks kinerja daerah manufaktur di China & Indonesia sebagai indikator pemulihan ekonomi.

Tengah, indeks berjangka Amerika Konsorsium (AS) sedikit berubah setelah indeks Asia mayoritas mendarat menjadi triger negatif.

Mengucapkan juga: Analis: Aksi Teror & Kilang Minyak Terbakar Bikin IHSG Ambruk

“Selain itu, perjuangan Eropa dengan inokulasi serta kebangkitan keblai kasus Covid-19 telah menurunkan ekspektasi kemajuan dan pemulihan ekonomi, ” pungkas Lanjar.

Baca selalu: IHSG Minus 2, 53 Persen Sepekan, Data Perdagangan Abang Semua

Adapun IHSG pada perniagaan kemarin ditutup ambruk minus 1, 41 persen ataupun melemah 85, 92 poin ke level 5. 985, 52 setelah sempat melemah lebih dari dua persen.

Pelemahan terdalam ada di sektor industri dasar minus 2, 76 persen dan keuangan kurang 2, 28 persen, melemah lebih dari dua upah menjadi penekan IHSG maka akhir sesi perdagangan.  

Baca juga: Investor Disarankan Jauhi Dulu Saham-saham Emiten BUMN, Harganya Sudah Kemahalan