Categories
Berita

Bimbang Belanja Barang Rumah Nikah di Saat Kasus Covid-19 Melonjak? Jastip Bisa Maka Solusi

TRIBUNNEWS. COM – Pandemi Covid-19 membuat mobilitas beberapa orang jadi terbatas. Kondisi tersebut mengubah tatanan kehidupan. Tersedia yang terpuruk di zaman pandemi Covid-19, tapi tersedia juga yang pandai memanfaatkan situasi.

TRIBUNNEWS. COM kacau Pandemi Covid-19 membuat mobilitas banyak orang jadi terbatas. Kondisi tersebut mengubah tatanan kehidupan.  

Ada yang terpuruk di masa pandemi Covid-19, tapi ada selalu yang pandai memanfaatkan status.

Egie Gultom merupakan satu di antara dengan bisa memanfaatkan situasi itu sebagai peluang.

Ia membuat bisnis jastip alias jasa titip beli dengan nama jastip_ikeasentul.

Fokus jastip yang dijalankan Egie Gultom berupa barang perabotan rumah tangga daripada IKEA.

Semua bermula dari sahabatnya, yang memberinya kepercayaan untuk pemasokan barang di salah satu resto di Bali pada Mei 2020 atau 3 kamar setelah pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia.

“Kami melihat adanya jalan saat awal pandemi Covid-19. Di mana saat itu, orang takut ke asing rumah untuk membeli bahan rumah tangga yang menjelma idamannya, ” kata Egie.

Egie menunjukkan kemudahan bagi pecinta keluaran IKEA yang tidak gagah berbelanja langsung di tengah situasi pandemi Covid-19.

Mengaji juga: Kisah Driver Ojol Aktif Jastip Gratis Ongkos Memindahkan untuk Pasien Covid-19 pada Wisma Atlet

Tarif yang dikenakan relatif murah, mulai lantaran Rp 5 ribu. Pembeli tinggal santai di rumah, barang pesanan akan dikemas dengan rapih.


Ilustrasi honorarium barang

“Kami memiliki kelebihan yakni responsif saat melayani customer via WhatsApp atau medsos, kami juga komunikatif dalam menjawab pertanyaan dan ide-ide yang dibutuhkan customer, ” tutur ibu 2 bani tersebut.

“Yang tidak kalah penting teristimewa barang yang dititip, awak kemas dengan aman. Pokok kami memastikan barang diterima oleh customer dalam bentuk baik. Sejauh ini ana sering dipercaya oleh customer-customer yang berada di luar pulau Jawa seperti Kalimantan, Papua, Sumatera, Bali, serta Aceh, ” lanjutnya.

IKEA sendiri dasar masih sangat terbatas di Indonesia. Perusahaan asal Swedia itu baru memiliki amben di Jabodetabek dan Bandung.
Hal itu yang dimanfaatkan Egie untuk membantu Customer di asing Jabodetabek.

“Barang apa saja yg bisa dititip? Sesuai namanya, saya kebanyakan menjual barang-barang IKEA. Lalu kami juga live shoping di toko-toko tertentu yang sedang menggelar promo. Kami siap mengirim bahan apapun dari yg kecil dan besar. Teranyar ana mengirim 2 sofa besar ke Palembang, ” terang Egie.