Categories
Berita

Banyak Diprotes Orangtua Murid, Ini Penjelasan Disdik DKI soal Jalur Zonasi PPDB Berdasarkan Usia

TRIBUNNEWSWIKI. COM – Dinas Pendidikan DKI Jakarta memberikan tanggapan terkait protes yang dilakukan oleh orangtua murid yang keberatan dengan sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur zonasi yang berdasarkan didasarkan pada usia.

TRIBUNNEWSWIKI. COM   – Dinas Pendidikan DKI Jakarta memberikan tanggapan terkait penentangan yang dilakukan oleh orangtua murid yang keberatan dengan sistem petunjuk peserta didik baru (PPDB) carik zonasi yang berdasarkan didasarkan di usia.

Dilansir oleh   Petunjuk. com,   Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Syaefuloh Hidayat mengungkapkan, Pemprov DKI hanya mengikuti aturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

Aturan yang dimaksud itu adalah Peraturan Mendikbud RI Bagian 44 Tahun 2019 tentang Pengakuan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Membuang Pertama, Sekolah Menengah Atas, serta Sekolah Menengah Kejuruan.

Pasal 25 Ayat 2 petunjuk itu mengatakan jika jarak kediaman calon peserta didik dengan sekolah sama, maka seleksi untuk pelepasan kuota/daya tampung terakhir yaitu memakai usia peserta didik yang lebih tua berdasarkan surat keterangan ada atau akta kelahiran.

Itu artinya, pengukuran jarak lantaran rumah ke sekolah merupakan pertimbangan utama.

Namun, jika jaraknya sama, maka pertimbangan selanjutnya adalah umur.

“Kalau jaraknya sama seleksi berikutnya adalah usia dari yang tertua. Itu jelas diatur di Permendikbud. Artinya begini, regulasi DKI berpedoman pada regulasi yang ditentukan secara nasional dalam peraturan menteri pendidikan. Jadi prioritas utamanya jarak kemudian usia, ” ujar Syaefuloh kepada   Kompas. com,   Jumat (12/6/2020).

Baca:   Baru Dibuka, Pendaftaran PPDB DKI Jakarta Banjir Protes dari Orang Tua, Sebut Masalah Zonasi Usia

Baca:   Usul Kemendibud Masuk Sekolah Awal Juli Ditolak, Menko PMK: Sektor Pendidikan Dibuka Paling Akhir

Syaefuloh menjelaskan, dalam menentukan jarak, Pemprov DKI Jakarta tak bisa mengukur jarak persis dari rumah calon siswa ke sekolah.

BACA SELENGKAPNYA —>