Categories
Berita

Aksi Demo Berpotensi Sebarkan Covid-19, Epidemiolog Sebut Data Bisa Terlihat 7-14 Hari ke Depan

TRIBUNNEWS. COM – Laku demonstrasi penolakan Omnibus Law Undang-udang Cipta Kerja (UU Ciptaker) pada masa pandemi berpotensi menyebarkan Covid-19. Kerumunan massa terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

TRIBUNNEWS. COM berantakan Aksi demonstrasi penolakan Omnibus Law Undang-udang Cipta Kegiatan (UU Ciptaker) di masa pandemi berpotensi menyebarkan Covid-19.

Kerumunan massa terjadi di sebesar daerah di Indonesia.

Ahli epidemiologi dari Universitas Airlangga (Unair), dr Windu Purnomo status tersebut memicu naiknya angka Covid-19.

Menurutnya, dalam mulia dua pekan ke depan, nilai kenaikan Covid-19 bisa terlihat.

“Memang demonstrasi-demonstrasi kemarin benar berisiko tinggi terjadinya penularan Covid-19. ”

“Pelonjakan nilai konfirmasi akan tampak 7-14 hari setelah hari-hari ini, ” ungkap Windu saat dihubungi Tribunnews , Sabtu (10/10/2020).


Ahli Epidemologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya, Windhu Purnomo. (SURYA. CO. ID/Febrianto Ramadani)

Baca: Update 10 Oktober Kasus Corona WNI di Sungguh Negeri: Positif 1. 621, Segar 1. 146, dan 149 Wafat

Demonstran Positif Covid-19

Sebelumnya Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengecap ada demonstran yang berstatus membangun Covid-19 setelah mengikuti aksi muncul rasa beberapa hari lalu.

“Di beberapa daerah yang melakukan pemeriksaan terhadap para pandemo dan dilakukan rapid test antibodi. ”

“Ada yang reaktif. Di beberapa provinsi ada yang reaktif, ” ujar Doni dalam sesi tanya jawab secara daring dengan wartawan, Jumat (9/10/2020) dilansir Kompas. com.